Rabu, 25 Februari 2009

Pemberian Motivasi Guru dalam Pembelajaran

Pemberian Motivasi Guru dalam Pembelajaran
 Ditulis oleh Uus Manzilatusifa
  Penulis: Dra. Hj. Uus Manzilatusifa, M.Si. (dosen tetap pada Universitas Langlangbuna di Bandung).     Abstrak:
Pemberian motivasi guru dalam pembelajaran dapat terdiri atas Pemberian Penghargaan, yang dapat menumbuhkan
inisiatif, kemampuan-kemampuan yang kreatif dan semangat berkompetisi yang sehat, pemberian penghargaan sebagai
upaya pembinaan motivasi tidak selalu harus berwujud atau barang, tetapi dapat juga berupa pujian-pujian dan hadiah-
hadiah im-material. Pemberian perhatian yang cukup terhadap siswa dengan segala potensi yang dimilikinya merupakan
bentuk motivasi yang sederhana, karena banyak yang tidak memiliki motivasi belajar diakibatkan tidak dirasakannya
adanya perhatian. Ajakan Berpartisipasi. Pada diri manusia ada sesuatu perasaan yang dihargai apabila dia dilibatkan
pada sesuatu kegiatan yang dianggap berharga. Oleh karena itu guru, harus selalu mengajak dan mengulurkan tangan
bagi siswa untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran guna lebih bergairah dalam belajar dan memperkaya
proses interaksi antar potensi siswa dalam proses pembelajaran.     Kata Kunci: motivasi, proses pembelajaran, proses
interaksi pembelajaran.  
  A.    Pendahuluan  Kegiatan pembelajaran yang melahirkan interaksi unsur-unsur manusiawi adalah sebagai suatu
motivasi dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran. Belajar merupakan kegiatan aktif siswa dalam membangun
makna dan pemahaman.  Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utamanya mendidik, mengajar, membimbing,
mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik dalam jalur formal. Guru dalam menjalankan fungsinya
diantaranya berkewajiban untuk menciptakan suasana pendidikan yang bermakna, menyenangkan, kreatif, dinamis,
dialogis, dan memberikan motivasi kepada siswa dalam membangun gagasan, prakarsa, dan tanggung jawab siswa
untuk belajar.  Motivasi yang timbul dari dirinya untuk berbuat sesuatu muncul secara kodrati dari diri manusia itu sendiri
disebut motivasi intrinsik, sedangkan manusia yang menyebabkan mampu melaksanakan tugas dengan maksimal
karena ada dorongan dari luar disebut motivasi ekstrinsik.  Dengan demikian guru diharapkan merupakan orang yang
karena profesinya sanggup menimbulkan dan mengembangkan motivasi untuk kepentingan proses aspek-aspek
pembelajaran di dalam kelas yang keberadaan siswanya berbeda-beda secara individual, misalnya perbedaan minat,
bakat, kebutuhan, kemampuan, latar belakang sosial dan konsep-konsep yang dipelajari.  Dengan motivasi dari guru
merupakan faktor yang berarti dalam pencapaian tujuan pembelajaran. Dua pembangkit motivasi belajar yang efektif
adalah keingintahuan dan keyakinan dalam kemampuan diri. Setiap siswa memiliki rasa ingin tahu, maka guru perlu
memotivasi dengan pertanyaan diluar kebiasaan atau tugas yang menantang disertai penguatan bahwa siswa mampu
melakukannya. Dengan demikian salah satu upaya guru yaitu memberikan motivasi kepada siswa dalam proses
pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran.   B.    Pengertian Motivasi   pengertian motivasi menurut kamus
bahasa indonesia adalah dorongan yang timbul dalam diri seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan
tindakan, tujuan tertentu.  Menurut E. Kusmana Fachrudin (2000:44) motivasi dibedakan atas dua golongan yaitu :  1.     
Motivasi Asli. Motivasi asli adalah motivasi untuk berbuat sesuatu atau dorongan untuk melakukan sesuatu yang muncul
secara kodrati pada diri manusia.  2.      Motivasi Buatan. Motivasi buatan adalah motivasi yang masuk pada diri seseorang
baik usaha yang disengaja maupun secara kebetulan.  Sejalan dengan pendapat Irianto (1997:247), motivasi eksternal
adalah setiap pengaruh dengan maksud menimbulkan, menyalurkan atau memelihara perilaku manusia. Dipertegas oleh
Mulia Nasution (2000:11), motivasi dari luar adalah pembangkit, penguat, dan penggerak seseorang yang diarahkan
untuk mencapai tujuan.  Dari beberapa pendapat diatas maka, jelas motivasi merupakan faktor yang berarti dalam
mendorong seseorang untuk menggerakkan segala potensi yang ada, menciptakan keinginan yang tinggi serta
meningkatkan semangat sehingga tujuan yang diinginkan dapat tercapai.  C.    Motivasi Guru Dalam Pembelajaran 
Motivasi yang sengaja dibentuk oleh orang luar dalam hal ini guru dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain :  1.     
Pemberian Penghargaan. Dengan pemberian penghargaan ini dapat besifat positif karena dapat menumbuhkan inisiatif,
kemampuan-kemampuan yang kreatif dan semangat berkompetisi yang sehat, pemberian penghargaan sebagai upaya
pembinaan motivasi tidak selalu harus berwujud atau barang, tetapi dapat juga berupa pujian-pujian dan hadiah-hadiah
im-material.  2.      Pemberian Perhatian. Pemberian perhatian yang cukup terhadap siswa dengan segala potensi yang
dimilikinya merupakan bentuk motivasi yang sederhana, karena banyak yang tidak memiliki motivasi belajar diakibatkan
tidak dirasakannya adanya perhatian.  Sebagaimana yang dijelaskan Dimyati dan Mudjiono (2002:42) prinsip-prinsip
yang berkaitan dengan perhatian dan motivasi pembelajaran yaitu perhatian merupakan peranan penting dalam kegiatan
belajar. Dari kajian teori belajar pengolahan informasi terungkap bahwa tanpa adanya perhatian tidak mungkin adanya
pembelajaran. Perhatian akan timbul pada siswa apabila bahan pelajaran sesuai dengan kebutuhannya, apabila bahan
pelajaran dirasakan sebagai suatu yang dibutuhkan, diperlukan untuk belajar lebih lanjut atau diperlukan sehari-hari
akan membangkitkan motivasi untuk mempelajarinya. Apabila perhatian alami ini tidak ada, maka siswa perlu
dibangkitkan perhatiannya.  3.      Ajakan Berpartisipasi. Pada diri manusia ada sesuatu perasaan yang dihargai apabila dia
dilibatkan pada sesuatu kegiatan yang dianggap berharga. Oleh karena itu guru, harus selalu mengajak dan
mengulurkan tangan bagi siswa untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran guna lebih bergairah dalam belajar
dan memperkaya proses interaksi antar potensi siswa dalam proses pembelajaran.  Selain hal-hal diatas, untuk
membangkitkan motivasi yang efektif adalah melalui prnsip-prinsip motivasi dalam belajar. Setiap siswa memiliki rasa
ingin tahu, oleh karena itu guru memberikan penguatan bahwa siswa pasti bisa.   Prinsip-prinsip motivasi dalam belajar
adalah sebagai berikut :  1.      Kebermaknaan. Siswa akan termotivasi untuk belajar jika kegiatan dan materi belajatr dirasa
bermakna bagi dirinya. Keberadaan lazimnya terkait dengan bakat, minat, pengetahuan, dan tata nilai siswa.  2.     
Pengetahuan dan keterampilan Prasyarat. Siswa akan dapat belajat dengan baik jika dia telah menguasai semua
prasyarat baik berupa pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Oleh karena itu, siswa akan menggunakan pengetahuan
awalnya untuk menafsirkan informasi dan pengalamannya. Penafsiran itu akan membangun pemahaman yang
dipengaruhi oleh pengetahuan awal itu. Dengan demikian, guru perlu memahami pengetahuan awal siswa untuk
EDUCARE: Jurnal Pendidikan dan Budaya
http://educare.e-fkipunla.net Generated: 16 January, 2009, 03:40dikaitkan dengan bahan yang akan dipelajarinya. Sehingga membuat belajar menjadi lebih mudah dan bermakna.  3.     
Model. Siswa akan menguasai keterampilan baru dengan baik jika guru memberikan contoh dan model untuk dilihat dan
ditiru.  4.      Komunikasi Terbuka. Siswa akan termotivasi untuk belajar jika penyampaian dilakukan secara terstuktur sesuai
dengan tingkat perkembangan kognitif siswa sehingga pesan pembelajaran dapat dievaluasi dengan tepat.  5.      Keaslian
dan Tugas yang Menantang. Siswa akan termotivasi untuk belajar jika mereka disediakan materi, kegiatan baru atau
gagasan murni/asli (novelty) dan berbeda. Kebaruan atau keaslian gagasan akan menambah konsentrasi siswa pada
pembelajaran. Hal ini berpengaruh pada pencapaian hasil belajar. Konsentrasi juga dapat bertambah bila siswa
menghadapi tugas yang menantang dan sedikit melebihi kemampuan. Sebaliknya bila tugas terlalu jauh dari
kemampuan, akan terjadi kecemasan, dan bila tugas kurang dari kemampuan akan terjadi kebosanan.  6.      Latihan yang
Tepat dan Aktif. Siswa akan dapat menguasai materi pembelajaran dengan efektif jika KBM memberikan kegiatan latihan
yang sesuai dengan kemamapuan siswa dan siswa dapat berperan aktif untuk mencapai kompetensi yang diharapkan. 
7.      Penilaian Tugas. Siswa akan memperoleh pencapaian belajar yang efektif jika tugas dibagi dalam rentang waktu yang
tidak terlalu panjang dengan frekuensi pengulangan yang tinggi.  8.      Kondisi dan Konsekuensi yang Menyenangkan.
Siswa akan belajar dan terus belajar jika kondisi pembelajaran dibuat menyenangkan, nyaman dan jauh dari perilaku
yang menyakitkan perasaan siswa. Belajar melibatkan perasaan. Suasana belajar yang menyenangkan sangat
diperlukan karena otak tidak akan bekerja optimal bila perasaan dalam keadaan tertekan. Perasaan senang biasanya
akan muncul bila belajar diwujudkan dalam bentuk permainan khususnya pendidikan usia dini. Selanjutnya bermain
dapat dikembangkan menjadi eksperimentas yang lebih tinggi.  9.      Keragaman Pendekatan. Siswa akan belajar jika
mereka diberi kesempatan untuk memilih dan menggunakan berbagai pendekatan dan stategi belajar. Pengalaman
belajar tidak hanya berorientasi pada buku teks tetapi juga dapat dikemas dalam berbagai kegiatan praktis seperti
proyek, simulasi, drama dan atau penelitian/pengujian.  10.  Mengembangkan Beragam Kemampuan. Siswa akan belajar
secara optimal jika pelajaran disajikan dapat  mengembangkan berbagai kemampuan seperti kemampuan logis
matematis, bahasa, musik, kinestetik, dan kemampuan inter maupun intra personal. Tiap siswa memiliki lebih dari satu
kecerdasan yang meliputi kecerdasan : musik, gerak badan (kinestetik), logika-matematika, bahasa, ruang, intra pribadi,
dan antar pribadi. Sekolah perlu menyediakan berbagai pengalaman belajar yang memungkinkan kecerdasan itu
berkembang; sehingga anak dengan berbagai kecerdasan yang berbeda dapat terlayani secara optimal.  11.  Melibatkan
Sebanyak Mungkin Indera. Siswa akan menguasai hasil belajar dengan optimal jika dalam belajar siswa dimungkinkan
menggunakan sebanyak mungkin indera untuk berinteraksi dengan isi pembelajaran.  12.  Keseimbangan Pengaturan
Pengalaman Belajar. Siswa akan lebih menguasai materi pembelajaran jika pengalaman belajar diatur sedemikian rupa
sehingga siswa mempunyai kesempatan untuk membuat suatu refleksi penghayatan, mengungkapkan dan
mengevaluasi apa yang dia pelajari.  D.   Kesimpulan  1.      Guru adalah merupakan orang yang karena profesinya sanggup
menimbulkan dan mengembangkan motivasi untuk kepentingan proses pembelajaran di kelas sehingga tercapai tujuan
pembelajaran dengan cara: pemberian penghargaan, pemberian perhatian, dan ajakan berpartisipasi.  2.      Prinsip-prinsip
motivasi dala pembelajaran, teridiri atas: kebermaknaan, pengetahuan dan keterampilan prasyarat, model, komunikasi
terbuka, keaslian dan tugas yang menantang, latihan yang tepat dan aktif, penilaian tugas, kondisi dan konsekuensi
yang menyenangkan, keragaman pendekatan, mengembangkan beragam kemampuan, melibatkan sebanyak mungkin
indera, dan keseimbangan pengaturan pengalaman belajar.     Daftar Pustaka  Dimyati, Mudjiono. 2002. Belajar dan
Pembelajaran. Bandung. PT Rineka Cipta  Depdiknas. 2004. Kurikulum Berbasis Kompetensi. Jakarta  E. Kusmana,
Pachrudin. 2000. Asas, strategi-metode. UPI. Bandung  Irianto. 1997. Edisi Kedua. Pengantar Manajemen. IBII STIE.
Jakarta  Kamus Besar Bahasa Indonesia. 1997. Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan   Pengembangan Bahasa. Balai
Pustaka. Jakarta  Mulia Nasution. 2000. Manajemen Modern. Pionir Jaya. Bandung  Otong Kardisaputra. Belajar dan
Pembelajaran. FKIP Unla. Bandung  Sardiman. 2000. Interaksi dan Motivasi Belajar. Grafindo Persada. Jakarta  
EDUCARE: Jurnal Pendidikan dan Budaya
http://educare.e-fkipunla.net Generated: 16 January, 2009, 03:40

Selasa, 24 Februari 2009

Do you like this idea I have when I grow up?

Do you like this idea I have when I grow up?

When I grow up, I am planning on creating a video game that you can scan something, name it, and play as it in the video game. And by something, I mean ANYTHING, including yourself ,There was something simlar a few years ago. You used a bar code scanner to scan simple items like a can of creamed corn or a bag of rice or a candy bar or a can of coke into a game that would translate the bar codes into fighters that you could use to battle friends online with...

Heroes TV series channel

have you ever watch Heroes season 4 TV series - When was it on? yeah it is  on Thursday and wednesday on BBC 


I know now it's on mondays now. But I would like to know.

Enlarged spleen with lymphoma?

Enlarged spleen with lymphoma?

I posted a question the other day regarding lymphoma. I have enlarged lymph nodes in my neck and an enlarged spleen. My doctor has scheduled some tests, but I've been doing some reading and am now confused by what the enlarged spleen could mean. If I have lymphoma does the enlarged spleen mean the lymphoma has progressed to the spleen (another region) or can the enlarged spleen be symptomatic of having lymphoma with no cancerous tumors or nodes?

Jumat, 20 Februari 2009

Rambut wanita

Dibalik jilbab yang menutupi, rambut perempuan pun memiliki “aturan main” tersendiri dalam merawatnya.

Bagaimanapun, dibalik dalil – dalil ihwal rambut perempuan, pastilah ada hikmah atau maksud tersembunyi. Prof. DR. M. Quraiys Shihab Dalam Jilbab, Pakaian Wanita Muslimah, Pandangan Ulama Masa Lalu dan cendekiawan Kontemporer, mahkota yang dibangggakan perempuan itu, dalam Islam tidak di perkenankan dipertontonkan ke khalayak. Sebab dalam Islam setiap muslimah diperintahkan untuk menutupi auratnya

( dalam hal ini rambut ) dengan maksud menjaga kehormatan dan kesucian kaum muslimah tentunya.

Seiring dengan adanya keharusan menutup kepala ( baca : jilbab ), seiring itu pula sebenarnya terdapat hukum – hukum tertentu yang menyangkut rambut perempuan. Beberapa diantaranya adalah larangan memotong atau memendekkan rambut, menyambung rambut atau memakai rambut palsu, memakai sanggul dan mewarnai rambut.

Memotong atau memendekkan rambut

Syaikh Kamil Muhammad ’uwaidah dalam Fikih Wanita menyatakan bahwa tidak diperbolehkan bagi seorang wanita mencukur rambutnya kecuali karena suatu hal yang mengharuskan untuk itu. Sebagaimana Hadits Nabi SAW yang diriwayatkan Tarmidzi dan an-Nasa’I menyebutkan, ” Dari Ali Bin Abi Thalib ra berkata :

” Rasulullah saw telah melarang wanita mencukur rambutnya ”. Apalagi jika gaya atau model potongan rambut muslimah tersebut menyerupai laki – laki. Maka hukumnya Haram dan termasuk dosa besar. Sebab dalam sebuah Hadits yang lain dikatakan, bahwa Rasulullah melaknat perempuan yang menyerupai laki – laki. Dengan demikian pula menjadi haram jika model potongan rambut kaum muslimah menyerupai model rambut wanita kafir. Kendati begitu, sebenarnya jika model potongan rambut tidak sampai menyerupai laki – laki, ulama berbeda pendapat.

Mazhab Imam Ahmad bin Hanbal memakruhkannya, baik daribagian rambut depan maupun dari rambut bagian belakang. Memendekkan rambut dihukumi boleh jika dalam keadaan darurat. Misalnya, khawatir menimbulkan penyakit atau alasan –alasan yang menimbulkan madharat. Selain dari tujuan yang memadharatkan, banyak ulama yang memfatwakan haram.

Berbeda dari keterangan- keterangan demikian, KH Ali Mustofa Ya’qub, salah seorang pakar hadist di Indonesia membantah keras bahwa dalil larangan memotong atau memendekkan rambut itu ditunjukkan pada rambut kepala. ”Kalau tidak dipotong, bisa –bisa sampai 50 meter dong! ” kelakarnya.

Menurut pimpinan Ma’had ’Ali Darus Sunnah, Ciputat, tersebut yang dimaksud rambut di situ sebenarnya adalah (rambut) alis. Alis dilarang dicabut, dicukur, dipotong. Efek dari hal ini adalah merubah ciptaan Allah. Karena itu dilarang.

Menyambungkan Rambut (wig) dan Sanggul

Larangan keras terjadi juga bagi muslimah yang menyambung rambut, atau yang sekarang dikenal dengan wig (rabut palsu). Ulama bersepakat mengharamkan berdasarkan hadist nabi saw dengan tingkatan derajat sahih.”Dari Aisyah ra sesungguhnya seorang wanita dari Anshar menikahkan anak perempuannya, maka dia memotong rambutnya. Lalu dia datang kepada nabi saw seraya berkata,’ wahai rasulullah, sesungguhnya saya menikahkan anakku, namun suatu penyakit menimpanya dan merusak kepalanya, sementara suaminya memintaku untuk menyambung rambutnya?

Maka rasullullah bersabda ’tidak boleh!” Sungguh telah dilaknat wanita yang menyambung rambut dan yang minta disambungkan.”( HR Bukhari Muslim)

Dalam hadist lain, ” Dari Asma” binti Abu Bakr as Shiddq berkata, pernah ada seseorang wanita datang kepada rasullullah seraya bertanya ya,”wahai rasullulah, aku mempunyai seorang putri yang terserang penyakit, sehingga rambutnya rontok, apakah berdosa jika menyambung rambutnya?” Beliau menjawab , ’ Allah melaknat wanita yang menyambung rambutnya dan wanita yang meminta disambungkan rambutnya.”(HR Muttafaqun ’alaih).

Imam Malik dan Abu Hanifah juga melarang penyambungan rambut baik itu disambung oleh seorang wanita, dengan rambut atau bulu hewan dan sebaliknya. Bahkan Ibnu Hazm menghukumi dosa besar bagi pelakunya.

Selain dalal(hadist), alasan pelarangan ini, tambah KH Ali Mustofa Ya’qub, disebabkan setidaknya karena dua faktor. Pertama, adanya unsur penipuan.Yang dimaksud menipu, misalnya perempuan berkepala botak atau sedikit rambutnya harus menutupinya dengan wig. Agar tampil cantik, ia merekayasa dengan memakai wig. Kedua, mutlak diharamkan tanpa adanya ’illat(alasan) apa pun. Begitu juga dengan perempuan yang memakai sanggul . Pada dasarnya, jika semua faktor tersebut menyebabkan unsur tipu daya, maka hukumnya haram. Lagi pula, dengan memakai wig atau sanggul, teretntu mereka mengesampingkan esensi bagi kaum muslimah, yakni berjilbab.

Ihwal penyemiran rambut , banyak ulama membolehkannya, jika dengan selain semir warna hitam. Mengapa? Warna hitam dinisbatkan sebagai warna rambut asli . Khawatir merubah ciptaan Allah.

Adapun kebiasaan sebagian besar perempuan, khususnya yang berambut panjang, seperti mengepang, menyisir, menguncir, atau menggelungnya, dinyatakan boleh. Sebab tak ada dalil yang melarang. Selain itu, aktifitas menata rambut seperti ini, selain tidak menimbulkan unsur muslihat, juga tidak sampai mengubah ciptaan Allah. Bahkan dari sisi perawatan ada Rukhshah bagi perempuan yang senang mengepang rambutnya. Yakni ketika dia hendak berwudhu atau bersuci, Nabi saw membenarkan untuk tidak melepasnya. Namun cukup menyiramnya saja dengan air sampai rata sebanyak 3X.sebagaimana dinyatakan dalam beberapa riwayat.

Diantaranya diriwayatkan dari Ummu Salamah, dia berkata, ”Saya bertanya, wahai Rasulullah. Sesungguhnya saya adalah seorang wanita yang mengikatkan jalinan rambut kepalaku, apakah saya harus melepaskannya saat mandi junub?” Rasul menjawab ”Tidak, cukup bagimu untuk menuangkan kepadanya 3X siraman kemudian meratakan air keseluruh badan, maka kamu telah suci”. ( HR. Muslim, at – Tarmidzi, Abdurrazaq, al – Baihaqi dalam Sunan-nya).

Apapun koridor yang berlaku, sebenarnya terdapat pesan bahwa kaum muslimah sudah selayaknya merawat mahkotanya itu dengan sebaik – baiknya, namun jangan sampai berlebih – lebihan, apalagi sampai melanggar ketentuan syara’( Hidayah Edisi78, Hal : 46 – 49).

Atlantis di google earth

Atlantis di google earth





Google is officially denying widespread Internet rumors that its Google Earth software located the mythical sunken city of Atlantis off the coast of Africa. Either that, or Google is totally trying to hide something. Since I always appreciate a nice juicy conspiracy theory, I'm going to go with the latter.

Is this Atlantis? Apparently not, according to those meanies at Google.

(Credit: Google Earth)

From what it sounds like, a British aeronautical engineer was playing around with the new Google Earth 5.0, which includes undersea data, and noticed something funny off the coast of Africa, about 600 miles west of the Canary Islands, that resembled a pattern of a street grid.According to the United Kingdom's Press Association, the pattern of streets equated to an area the size of Wales.

In case you've had more important things to read about for the past few thousand years, Atlantis was a legendary island cityfirst mentioned by Plato, allegedly a hard-core naval power located somewhere near North Africa that disappeared when it sank into the ocean. Guess global warming was a problem back then, too.

Anyway, most people think that Plato made it up, kind of like how those guys in Georgia made up the story about shooting Bigfoot, but others just won't stop believin'.

So this guy is trawling the ocean floor with Google Earth--ah, if only we had that kind of free time on our hands--and was quick to announce his discovery. It looks like The Telegraph reported the story first, adding that the exact coordinates are 31 15'15.53N, 24 15'30.53W.

Recently, Google's mapping products have revealed everything from a creepy dude walking around with a sniper rifle to what appear to be U.S. drones in Pakistan.

But when it comes to Atlantis, Google totally had to rain on everyone's parade. "It's true that many amazing discoveries have been made in Google Earth, including a pristine forest in Mozambique that is home to previously unknown species and the remains of an ancient Roman villa," a statement from Google read. "In this case, however, what users are seeing is an artifact of the data collection process. Bathymetric (or sea floor terrain) data is often collected from boats using sonar to take measurements of the sea floor. The lines reflect the path of the boat as it gathers the data."

I smell a cover-up!

In other news, that pendulum map on last week's "Lost" was totally awesome.

Breaking! Atlantis discovered on Google Earth (well, maybe)

Breaking! Atlantis discovered on Google Earth (well, maybe)


Quick—fire up Google Earth on your PC, and find the following coordinates: 31 15'15.53N, 24 15'30.53W (hint: it's about 600 miles west of Morocco, deep in the Atlantic Ocean). Zoom in, and check out that rectangle on the ocean floor. Could it be … Atlantis?

That's what a squad of "Atlantic experts" are telling the Daily Telegraph, and indeed, the rough rectangle—complete with dozens of shaky grid marks carved into the ocean floor—is a surreal sight, at least to the untrained eye.

Apparently, the oddly shaped box marks "one of the most prominent places for the proposed location of Atlantis, as described by Plato," said New York State University historical archaeology curator Dr. Charles Orser (as reported by the Telegraph).

Amazing—so amazing, in fact, that the story touched off an online firestorm Friday morning, with the search term "Atlantis" ending up as a top trend on Twitter. So ... should we dispatch James Cameron and his team of IMAX-equipped submersibles to investigate?

Well, maybe not, says this party-pooping report from the Daily Mail.

Turns out the odd rectangle doesn't actually exist, according to a Google rep; instead, it's simply an "artifact of the data collection process," representing the criss-cross patterns of sonar-equipped boats scanning the ocean floor.

Uhhhh … "artifact of the data collection process"? Please. I smell a cover up!

Related:
Google Ocean: Has Atlantis been found off Africa? [Daily Telegraph]